The Story of Mine

Berikut ini adalah sebuah kisah perjalanan hidup diriku yang ingin aku ungkapkan
agar kelak aku sendiri masih dapat melihat jejak-jejak langkahku sendiri...

1974 - 1980 : The Beginning
Suara Takbir, Tahlil dan Tahmid bersautan disana-sini, begitu indahnya pesona orang muslim menyambut datangnya Hari yang penuh dengan Ampunan dan Barokah, Hari Raya Idul Fitri. Saat itu suara dentang jam berbunyi tiga kali, menandakan sudah lewat pukul 03.00 pagi, tepatnya Hari Kamis Pahing Tanggal 27 Oktober 1974, penduduk Desa Mayangan Pasuruan sudah tertidur lelap hanya ingin menanti datangnya esok pagi yang penuh kebahagiaan. Namun di salah satu sudut ruangan rumah milik Abdul Kosim dan Fatemah terdengar suara tangis bayi. Bayi yang baru lahir, berusaha untuk menghirup dunia fana ini, menatap senyum kegirangan kedua orangtuanya. Bocah kecil itu aku, Muhammad Munir, hadir ke dunia ini tatkala menjelang fajar di pagi buta menanti datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sempat saat itu kedua orangtuaku harus diwajibkan memenuhi zakat fitrah diriku meskipun baru mengenal dunia beberapa menit.

Pagi telah datang, ketika semua orang sudah menunaikan ibadah Sholat 'Ied, Sillaturahmi dan berkunjung ke sanak famili menjadi suatu keharusan bagi umat Islam di Hari Raya Idul Fitri. Kegembiraan dan keceriaan saat itu (kata kedua orangtuaku) hanya tertuju pada seorang bayi yang baru lahir, itulah aku, terlahir sehat wal afiat dengan bobot 5 Kg!!. Itulah aku... seorang bocah kecil yang periang, lahir di lingkungan orang yang penuh dengan kesederhanaan dan seperti bocah pada umumnya bercanda dengan teman sebayanya.

1980 - 1987 : Awal Masuk Sekolah
Sampai umur 6 tahun aku masih belum masuk sekolah bahkan Taman Kanak-Kanak.. Nggak tahu mengapa tapi yang jelas kedua orangtuaku tetap care terhadapku dengan masalah yang satu ini... menuntut ilmu. Ada satu kisah menarik saat itu, awalnya aku sendiri nggak tahu, kenapa tiba-tiba kedua orangtuaku memutuskan untuk memasukkan aku ke Sekolah Dasar dengan melewati Taman Kanak-Kanak. Saat itu yang aku ingat aku disuruh masuk Sekolah Dasar SDN Mandaran Rejo Pasuruan kelas 1, tapi ternyata hanya berlangsung sekitar 1 atau 2 minggu saja dan aku harus masuk TK dulu. Usut punya usut, ternyata kata Kepala Sekolah saat itu, aku masih belum mampu beradaptasi dengan pendidikan di Sekolah Dasar. Jadilah aku menjadi seorang bocah yang harus bermain dengan teman-teman sebayanya di Taman Kanak-Kanak.

Ketika aku sudah masuk Sekolah Dasar, mulailah aku menapak jejak langkahku ke sebuah lingkungan yang penuh dengan tuntutan ilmu dan etika kehidupan. Tahun demi tahun aku langkahi hidupku saat itu tanpa adanya masalah serius bagiku, kecuali masalah-masalah bocah ingusan pada umumnya, misal aku sering diganggu dengan bocah-bocah yang merasa sok jagoan dan sebagainya. Tapi memang itulah resikonya menjadi aku yang memang sih dari dulu kurang suka dengan nilai-nilai pergaulan buruk seperti itu. Untungnya saat itu aku juga memiliki teman karib yang mampu menemaniku dalam suka dan duka, mampu melindungiku dari berbagai godaan bocah-bocah di atas.

Hal yang paling mengesankan semasa SD, yaitu prestasi belajarku yang cukup memberikan kebanggaan bagi orang tuaku. Meskipun aku nggak pernah merasakan tidak naik kelas, ternyata mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 aku menjadi siswa terbaik dengan nilai rata-rataku yang paling baik se-sekolah. Jadi aku diberikan penghargaan beasiswa yang belum dirasakan oleh teman-teman sebayaku. Selain itu aku juga aku pernah menjadi Juara I melukis se-SD, Juara III melukis se-Kodya Pasuruan, karena memang saat itu aku hobby banget dengan menggambar dan melukis. Guru yang paling dekat denganku saat itu yaitu Wali kelasku saat duduk dibangku Kelas 5, yaitu Bapak Madholin, orang yang terus mendukung diriku, memberiku semangat tanpa mengenal pamrih sedikitpun.

Sedang, mengenai kehidupanku di luar sekolah... yaaa layaknya anak-anak kecil lainnya lahh. Anak yang suka bermain ala kadarnya, bermain dengan teman sebayanya, bermain dengan permainan-permainan tradisional seperti main layang-layang, kelereng, kartu bergambar, tembak-tembakan, petak umpet dan lain-lain... he... he... he....

1987 - 1990 : Sahabat Semakin Banyak
Menjelang aku memasuki SMP, untunglah aku diterima di SMP Negeri 1 Pasuruan, salah satu SMP favorit di sekolahku. Aku mulai mengenal sobat-sobat jauh yang semakin banyak. Mereka melihat diriku sebagai sosok teman yang mudah diajak bercanda, santai dan supel, mungkin itu yang menjadi teman-temanku banyak. Sebenarnya masa-masa di SMP bagiku biasa saja nggak ada yang spesial, kecuali saat-saat ceria bersama sobat-sobatku, sering bercanda dan menjadi anak-anak bengal tapi nggak nakal dan melakukan hal-hal yang merugikan. Dan satu lagi saat itu adalah pertama kali aku naksir cewek lain kelas, meskipun itu hanya cinta monyet dan hanya bertepuk sebelah tangan, tapi aku bisa memetik harapan, ternyata cinta itu memang ada.

1990 - 1993 : Ada Cinta Pertama di Sana
Memang ternyata benar masa-masa yang paling indah itu semasa SMA. Begitu banyak kenangan yang terukir disana, mulai dari kisah belajar, heroik, canda tawa sampai hal-hal yang berbau romantism semuanya jadi satu. Aku nggak nyangka masuk SMA Negeri 1 Pasuruan memberikan begitu banyak pelajaran yang dapat aku raih. Sahabat-sahabat semakin mendekat, Guru-guruku yang begitu pengertian dan lingkungan sekolah yang cukup menyenangkan. Mengenai kisah belajarku, aku juga sedikit bertepuk dada, teman-temanku mampu memberikan kepercayaan padaku. Misalnya suatu ketika aku dijadikan asisten guru Bahasa Inggrisku untuk berbagi ilmu dengan teman-temanku, mampu berorganisasi ekstrakurikuler dibidang keterampilan Elektronika, karena memang saat itu jadi hobbyku, masuk ranking kelas 5 besar terus menerus kelas 2 dan kelas 3.

Satu lagi hal yang paling memberikan kesan mendalam saat itu.... Aku Jatuh Cinta!! Pertama kali aku merasakan getar-getar cinta yang diberikan oleh seorang gadis sekelasku (ketika kelas II). Tapi meskipun kisah-kisah indahku tak berlangsung begitu lama, sampai kini aku masih merasakan getar-getar itu dan serasa mengatakan kepadaku bahwa cinta itu memang indah... Dan setelah itu aku hanya mampu meraih bayang-bayang kosong indahnya cinta... dan sering kutemukan istilah Bertepuk Sebelah Tangan.

Waktu pun terus berlalu, dan goretan-goretan penuh warna aku lalui... Untuk ku tuliskan di lembar-lembar biru hati ini. Masa SMA bagku adalah suatu masa dimana hati ini dipenuhi dengan begitu banyak warna. Semua rasa dan perasaan ku saat itu menjadi satu, ada prestasi, teman, sahabat, canda sampai dengan cinta..... wuuiihhh !!!

The Legend Continues ...... !!

 

Home | What's New | The Profile | Story of Mine | Please Help Me !! | Forum | My Inspiration
My Friends | The Very Best | The Gallery | The Rest | Special Link

SUPPORTED BY

Copyright 2001 - Moon Production
All content in this site is designed by Munying
any comment or suggest to : munying@hotmail.com
15/12/01 04:53:21