WIRELESS LAN
Sebuah Antisipasi Untuk
Jaringan LAN Masa Depan
Oleh : Muhammad Munir
![]()
Daftar Isi :
Pendahuluan
Mengapa Wireless ?
Bagaimana Wireless LAN diterapkan di penjuru
dunia
Bagaimana Wireless LAN bekerja
Teknologi Wireless LAN
Konfigurasi Wireless LAN
Kesimpulan
Referensi
Pendahuluan
Wireless LAN
Wireless Local Area Network (Wireless LAN) merupakan sistem
komunikasi data yang fleksibel dimana diterapkan sebagai suatu
tambahan atau pilihan lain untuk jaringan LAN kabel. Dengan
menggunakan teknologi RF (Radio Frequency), wireless LANs
mengirim dan menerima data melalui jalur udara, sehingga
meminimalkan penggunaan kabel sebagai penghubung. Demikian juga,
wireless LAN menggabungkan sambungan data dan mobilitas pengguna.
Saat ini Wireless LAN sangat populer di pasaran, seperti pusat kesehatan, pertokoan, pabrik, gudang, dan kampus. Para penggunanya diuntungkan dengan peningkatan produktivitas penggunaan terminal hand-held dan komputer notebook untuk mengirimkan informasi real time kepada pusat kontrol untuk pemrosesan data. Saat ini wireless LAN diakui sebagai penghubung serba guna pilihan untuk jangkauan luas dari pelanggan bisnis. Business Research Group, sebuah perusahaan penelitian pasar, memperkirakan pada tahun 2000 akan terjadi peningkatan 6 kali lipat pasaran wireless LAN di seluruh dunia, sehingga akan memperoleh lebih dari $2 milyar pendapatan.
kembali ke atas
Mengapa
Wireless ?
Teknologi lebarpita jalur lebar pada jaringan dalam bisnis dan
kemajuan pesat dari teknologi Internet serta layanan online
merupakan bukti kuat terhadap pemanfaatan pembagian data dan
sumberdaya. Dengan wireless LAN, pengguna dapat mengakses data
tanpa memikirkan tempat untuk menyambungkan terminalnya, dan
perencana jaringan dapat mengatur jaringan tanpa menginstal atau
memindahkan kabel. Wireless LAN menyediakan beberapa bandingan
produktivitas, keunggulan dan keuntungan biaya terhadap jaringan
kabel tradisional, yaitu:
1. Mobilitas
Sistem Wireless LAN dapat menyediakan pengaksesan informasi real
time dimana saja bagi pengguna LAN selama berada di dalam
organisasinya. Mobilitas ini mendukung mobilitas dan kesempatan
layanan yang tidak dapat disediakan oleh jaringan kabel.
2. Kecepatan dan Kesederhanaan Instalasi
(Pemasangan)
Sistem wireless LAN dapat dipasang dengan cepat dan mudah serta
dapat mengurangi penggunaan kabel yang melalui tembok dan atap.
3. Fleksibiltas Pemasangan
Teknologi Wireless dapat menyediakan jaringan dimana kabel tidak
memungkinkan untuk dipasang.
4. Pengurangan Anggaran Biaya
Meskipun investasi awal yang dibutuhkan untuk perangkat keras
wireless LAN dapat lebih tinggi dari biaya perangkat LAN kabel,
tapi biaya instalasi keseluruhan serta biaya penggunaan dapat
diperkecil. Keuntungan biaya jangka panjang akan sangat besar di
lingkungan dinamis dimana sering terjadinya perpindahan dan
perubahan.
5. Kemampuan Jangkauan
Sistem Wireless LAN dapat dipasang pada topologi yang
bermacam-macam untuk mendapatkan kebutuhan instalasi dan
pemakaian yang sesuai. Konfigurasi jaringan secara mudah dapat
diubah dari jaringan peer-to-peer untuk jumlah pengguna yang
sedikit menuju jaringan infrastruktur yang padat mencapai ribuan
pengguna yang dapat menjelajah dengan jangkauan yang luas.
kembali ke atas
Bagaimana
Wireless LAN diterapkan di seluruh dunia ?
Wireless LANs sering kali ditambahkan pada jaringan daripada
mengganti jaringan LAN kabel yang sudah ada - dan selalu
menyediakan beberapa meter hubungan jarak antara jaringan kabel
dengan pengguna bergerak. Berikut ini akan dijelaskan beberapa
penerapan yang mungkin dipakai dengan teknologi wireless LAN:
Dokter dan perawat di rumah sakit semakin produktif karena komputer notebook atau PC dengan kemampuan wireless LAN akan mengirimkan informasi pasien dengan cepat.
Tim Konsultan atau Tim Audit Akuntansi serta kelompok kerja kecil akan bertambah produktivitasnya dengan pengaturan jaringan yang cepat.
Pelajar atau mahasiswa yang bearada di kelas dapat mengakses Internet untuk mencari daftar buku di perpustakan pusat
Perencana Jaringan di dalam lingkungan dinamis akan dapat mengurangi biaya yang disebabkan karena perpindahan, tambahan terhadap jaringan, serta perubahan dengan wireless LAN.
Pusat pelatihan pada perusahaan serta mahasiswa di kampus menggunakan hubungan tanpa kabel untuk memudahkan pengaksesan informasi, perubahan informasi serta belajar.
Perencana Jaringan yang memasang jaringan komputer pada gedung tua untuk mendapatkan hasil dimana wireless LAN dapat memecahkan masalah keefektifan biaya pada jaringan infrastruktur.
Para pekerja pada pusat perdagangan dan kantor cabang dapat meminimalkan kebutuhan mereka dengan memasang wireless LAN yang tidak membutuhkan Manajemen Information System setempat.
Pekerja gudang menggunakan wireless LAN untuk menukar informasi dengan pusat database sehingga akan meningkatkan produktivitas.
Perencana Jaringan menerapkan wireless LAN untuk menyediakan cadangan bagi aplikasi yang kritis pada jaringan kabel.
Eksekutif ahli pada pertemuan akan membuat keputusan yang lebih cepat karena mereka mempunyai informasi aktual.
kembali ke atas
Bagaimanan
Prinsip Kerja Wireless LAN
Wireless LAN menggunakan gelombang radio elektromagnetik untuk
mengirimkan informasi dari satu titik ke titik lain tanpa
menggunakn media transmisi fisik sebagai penghubungnya. Gelombang
radio ini yaitu berupa sinyal pembawa karena sinyal ini mudah
sekali untuk mentransfer energi ke penerima. Data yang akan
dikirimkan ditumpangkan pada sinyal pembawa sehingga akan lebih
akurat untuk diterima pada sisi penerima. Hal ini disebut dengan
memodulasi sinyal pembawa dengan data yang akan dikirimkan.
Sekali data dimodulasikan pada sinyal pembawa, sinyal radio
memiliki lebih dari satu frekuensi, selama laju frakuensi atau
bit dari modulasi ditambahkan pada sinyal pembawa.
Sinyal radio pembawa jamak dapat berada pada tempat dan waktu yang sama tanpa saling berinteferensi diantaranya apabila gelombang radio tersebut dikirmkan pada frekuensi radio yang berbeda. Untuk mengubah data, penerima radio harus menala (tune) pada satu frekuensi saja.
Pada konfigurasi wireless LAN sederhana, sebuah pemancar/penerima (transceiver) yang disebut dengan access point, dipergunakan sebagai penghubung dengan jaringan kabel pada suatu tempat yang tetap dengan menggunakan standar pengkabelan. Secara minimal, Access Point berfungsi untuk menerima menyangga (buffers) dan mengirimkan data diantara wireless LAN dengan jaringan kabel infrastruktur. Sebuah access point dapat mendukung beberapa kelompok pengguna dan dapat berfungsi dengan jarak jangkauan kurang dari beberapa ratus feet. Sebuah Access Point (atau antena yang terhubung dengan Access Point) umumhya ditempatkan di daerah tertinggi tapi juga dapat juga diletakkan dimana saja asalkan mampu menerima cakupan area gelombang radio yang diinginkan.
Para pengguna (end user) dapat mengakses wireless LAN dengan menggunakan wireless-LAN adapters, yang berupa PC card untku komputer desktop maupun notebook. wireless LAN adapters menyediakan hubungan antarmuka (interface) antar klien network operating system (NOS) dengan gelombang radio melalui antena. Sifat-sifat dari koneksi tanpa kabel harus mendukung NOS.
Teknologi
Wireless LAN
Wireless LAN mempunyai jangkauan teknologi untuk dipilih ketika
merencanakan wireless LAN. Tiap teknologi tentunya mempunyai
kelebihan dan kekurangan.
Teknologi Pita
Sempit
Sistem gelombang radio dengan jalur pita sempit akan mengirim dan
menerima informasi pengguna pada jalur frekuensi radio khusus.
Gelombang radio jalur pita sempit akan menjaga sinyal frekuensi
radio sesempit mungkin untuk dapat dilalui oleh informasi.
Terjadinya cakap silang yang tidak diinginkan antar kanal
komunikasi dapat dicegah dengan mengkoordinir para pengguna pada
kanal frekuensi yang berbeda-beda secara hati-hati.
Saluran telepon pribadi dapat dianggap seperti teknologi frekuensi radio ini. Apabila tiap rumah mempunyai saluran telepon pribadi, orang yang berada didalam salah satu rumah tidak dapat mendengar dan berbicara dengan orang di rumah lain. Pada sistem radio, kebebasan pribadi dan tanpa interferensi dapat diselesaikan dengan memisahkan frekuensi radio. Penerima gelombang radio tersebut akan menyaring semua sinya radio kecuali satu gelombang radio yang diinginkan.
Dari pelanggan, teknologi jalur pita sempit harus mempunyai ijin FCC untuk tiap alokasi yang diterapkan.
Teknologi Spread
Spectrum
Kebanyakan sistem wireless LAN menggunakan teknologi
spread-spectrum, yaitu teknik frekuensi radio pita lebar yang
dikembangkan pertama kali oleh pihak militer untuk tujuan
keamanan sistem komunikasi pada kondisi kritis. Spread-spectrum
dirancang untuk menghasilkan efisiensi bandwidth agar didapat
reliabilitas, integritas dan keamanan. Dengan kata lain,
pengunaan bandwidth akan semakin besar daripada pada transimisi
jalur pita sempit, tapi dengan menerapkan sinyal pita sempit ini
akan memudahkan untuk dideteksi, sehingga penerima akan
mengetahui parameter sinyal spread-spectrum yang dipancarkan.
Apabila penerima tidak ditala pada frekuensi yang tepat, sinyal
spread-spectrum hanya kelihatan sebagai suatu noise saja. Ada dua
tipe teknologi radio spread spectrum yaitu : frequency hopping
dan direct sequence.
Teknologi Frequency-Hopping
Spread Spectrum
Frequency-hopping spread-spectrum (FHSS) menggunakan sinyal
pembawa pita sempit yang mengubah frekuensi menjadi pola-pola
yang hanya dapat diketahui oleh pemancar dan penerima. Dengan
adanya sinkronisasi, akan dapat menjaga kanal logik tunggal.
Untuk penerima lain yang tidak diinginkan, maka sinyal FHSS hanya
berupa impulse noise dengan waktu pendek.
Teknologi Direct-Sequence
Spread Spectrum
Direct-sequence spread-spectrum (DSSS) membangkitkan pola bit
sisa untuk tiap bit yang akan dipancarkan. Pola bit ini disebut
dengan chip (chipping code) Semakin panjang sebuah chip, maka
kemungkinan data aslinya dapat diterima dengan baik akan semakin
besar (dan tentunya akan membutuhkan bandwidth lebih besar).
Meskipun terdapat satu atau lebih bit pada chip tersebut
mengalami kerusakan selama transmisi, maka teknik statistik
diterapkan disepanjang gelombang radio untuk memperbaiki data
aslinya tanpa harus mengulang pengiriman data. Untuk penerima
lain yang tidak diinginkan, sinyal DSSS muncul berupa noise pita
lebar daya rendah dan biasanya diabaikan oleh beberapa penerima
pita sempit.
Teknologi Infrared
Teknologi ketiga yang jarang dipakai untuk wireless LAN
komersial, yaitu teknologi infrared. Sistem Infrared (IR)
menggunakan frekuensi yang sangat tinggi, tepat dibawah frekuensi
cahaya tampak pada spektrum elektromagnetik, untuk mengirimkan
data. Seperti cahaya, IR tidak dapat menembus objek padat; atau
dengan kata lain menggunakan teknologi langsung (line-of-sight)
atau pembiasan. Sistem ini tergolong murah namun dengan jangkauan
yang kecil sekali (3 ft) dan biasanya digunakan untuk jaringan
lokal pribadi atau kadang-kadang dipakai untuk wireless LAN untuk
tujuan khusus. Teknologi IR dengan performa tinggi tidak akan
praktis untuk pengguna yang bergerak dan maka dari itu hanya
diterapkan pada sub jaringan tetap. Sistem pembiasan IR pada
wireless LAN tidak memerlukan line-of-sight, tapi cell dengan
ruangan terbatas.
kembali ke atas
Konfigurasi
Wireless LAN
Wireless LAN dapat diimplementasikan secara sederhana maupun
kompleks. Pada dasarnya, dua PC yang dipasang wireless adapter
cards dapat mengatur sebuah jaringan bebas yang dapat saling
berhubungan pada jarak yang telah ditentukan. Bentuk ini disebut
dengan peer-to-peer network. Jaringan yang dibutuhkan seperti
contoh di atas tidak memerlukan adminitrasi maupun konfigurasi
awal. Pada kasus ini tiap klien dapat mengakses sumberdaya dari
klien lainnya tanpa melalui server pusat.

Gambar 1: Jaringan Wireless LAN peer-to-peer
Pemasangan sebuah Access Point dapat memperluas jangkauan dari jaringan ad hoc, yang dapat menggandakan jangkauan dari dua peralatan yang saling berkomunikasi. Selama Access Point terhubung dengan jaringan kabel, tiap klien dapat mengakses sumberdaya server seperti klien lainnya. Tiap Access Point dapat mendukung beberapa klien; jumlah pastinya tergantung dari banyaknya jumlah dan sifat dari transmisi yang mendukung. Beberapa aplikasinya membuktikan bahwa satu Access Point dapat melayani klien sebanyak 15-50 buah.
Access Points mempunyai jangkauan yang terbatas, yaitu sekitar 500 feet untuk ruangan tertutup (indoor) dan 1000 feet untuk ruangan terbuka (outdoors). Pada daerah yang cukup besar seperti gudang penyimpanan dan kampus perguruan tinggi kemungkinan akan dapat dipasang Access Point lebih dari satu. Access Point dapat ditempatkan terlebih dahulu melalui studi tempat atau daerah. Tujuannya yaitu untuk melingkupi jangkauan dengan sel cakupan yang overlapping sehingga klien dapat berhubungan di area mana saja tanpa kehilangan komunikasi dengan jaringan. Kemampuan klien untuk bergerak diantara sekelompok Access Points disebut dengan penjelajahan (roaming). Access Points menangani klien untuk saling berhubungan tanpa adanya kehilangan komunikasi.

Gambar 2 : Multiple access points dan roaming
Untuk mengatasi masalah topologi, perencana jaringan kemungkinan memilih untuk menggunakan Extension Points untuk memperluas jaringan dari Access Points. Extension Points kelihatannya mempunyai fungsi yang sama dengan Access Points, tapi mereka tidak terikat dengan jaringan kabel seperti AP. Fungsi EP seperti namanya yaitu: mereka untuk menambah jangkauan jaringan dengan me-relay sinyal dari klien menuju AP maupun EP yang lainnya. Tiap EP mungkin saling terikat agar dapat menghubungkan AP dengan klien yang sangat berjauhan.

Gambar 3 : Penggunaan Extension Point
Peralatan wireless LAN terakhir yang perlu dipertimbangkan yaitu antena directional. Anggap saja anda mempunyai wireless LAN di gedung A dan ingin dihubungkan dengan gedung B yang berjarak satu mil. Pemecahannya yaitu dengan memasang directional antenna pada tiap gedung, tiap antena yang saling mengarah. Antenna pada gedung A dihubungkan dengan jaringan kabel melalui Access Point. Antenna pada gedung B juga dihubungkan dengan Access Point, sehingga wireless LAN dapat saling berkomunikasi.

Gambar 4 : Penggunaan Directional Antennas
kembali ke atas
Kesimpulan
Fleksibilitas dan mobilitas membuat wireless LAN sangat efektif
sebagai alternatif untuk jaringan kabel. Wireless LAN menyediakan
semua fungsi LAN kabel, tanpa secara fisik terhubung dengan kabe.
Konfigurasi Wireless LAN dapat berupa topologi peer-to-peer atau
jaringan kompleks yang menyediakan hubungan data terdistribusi
serta penjelajahan. Disamping memberikan mobilitas pengguna di
dalam lingkungan jaringan, wireless LAN mampu menyediakan
jaringan yang mudah bergerak.
kembali ke atas
Referensi
http://www.breeze.com
http://www.proxim.com
http://www.wlana.com
Home | What's New | The
Profile | Story of Mine | Please Help Me !! | Forum
| My Inspiration
My Friends | The
Very Best | The Gallery
| The Rest | Special
Link
Copyright 2001 - Moon Production
All content in this site is designed by Munying
any comment or suggest to : munying@hotmail.com
20/12/01 19:21:44