Pemimpi Tua
Oleh : Muhammad Munir

Tertinggal Satu
Jalan Hidup
You Can’t Let Me Want To Let You Go
Doa Untukmu
Dalam Mimpiku
Goresan Mimpi
Surat Untuk Ksatria

 

 

TERTINGGAL SATU

Sekali lagi terlepas asa yang kucari di rerumputan rindu
Kau coba telusuri langkah hati ini satu persatu
Hingga sampai kini ku ingin coba rasakan segala peluh
Dan hangatnya kenangan indah di masa lalu

Sekali lagi aku terpuruk diantara remuknya keraguan
Diantara semak-semak kebisuan cinta kasihmu
Sehingga satu masa di keheningan malam
Aku merasa melayang jauh ……. Oh

Sekali lagi kau beri diri ini satu harapan semu dan biru
Setelah tergapai kau coba hembuskan angin dingin
Hingga aku terkesiap oleh hentakkan kakimu menjauh
Bersama hasrat ini untuk ingin selalu bersamamu

Aku sadar apalah aku ini diantara germelap bintangmu
Yang hanya ingin memberimu tumpahan hampa
Sekali lagi… maafkanlah aku kasih
Bila terlalu berharap pada tulusnya hatimu

Semoga kini lebih merasa aku menyadari
Segala apa yang membuat satu makna tersirat
di dalam hati yang paling dalam
tergurat senyum hanya menghiasi lebih dunia fana ini

Malang, September 1997

kembali ke atas

 

JALAN HIDUP

Kutelusuri lorong sepi, Hitam dan putih tergambar jelas di kanan kiriku
Selaras garis-garis lurus, Ingin ku ikuti kata hati untuk meraih langkah hidup

Ada satu masa terang, Menghiasi remuknya keping-keping kebisuan
Ada satu masa gelap, Menerangi lentera senyumku menghadapi dunia

Hidup memang tak semudah orang berjalan di tepi jurang
Ada perasaan diri yang mudah terjatuh ke lautan bimbang
Namun hitam dan putih akan jelas terpisah
Bila kau berdiri diantara kebenaran dan kejujuran

Satu sisi diri ini mencoba untuk meraih angan dan cita
Satu sisi lain mencoba berpaling mencari arah sendiri
Goresan kenangan sangat membekas di pelupuk mata
Akankah menjadi suatu legenda di hidup ini

Hidup itu suatu perjalanan singkat
Yang membawamu menuju suatu harapan rekaanmu
Hidup itu bukan suatu tujuan
Yang akan memberimu semua hasrat yang tertunda

Malang, September 1997

kembali ke atas

 

You Can’t Let Me Want To Let You Go

Something I want to tell you about a story
Like everyone seems to hearing but they wouldn’t
Together we’ll find a new way out for our heart
Things that better than anything in your vision

This about two bird that want to fly together in empty space
They leave their ambition for honour that could be made
But they didn’t know what make it so real in their eyes
The world give them a circle of desire

After averything we passed, i know that the road is too long
We made it, we’ll break the chain that around our dreams
Through the sky flying this shape to another world
That i belive they give us a brand new thing

Long way from home make me so lonely without my love
Drive this car with you make me think that every our step
Made us so far from desplitting heart
Reach anything that we can get them, but………

I just knew that my heart doesn’t give us a line of life
I just can’t tell you how much that i could give you more
Sleep with my faith doesn’t make me so easely accept you
But the only thing i’m sure about your heart…

You can’t let me want to let you go
I hope this is not right ….

Malang, Oktober 1998

kembali ke atas

 

DOA UNTUKMU

Tergiang diantara kedua telingaku
Engkau membelaiku dengan tangan kasihmu
Tanpa terhalang selembarpun pamrih yang tersisa
Tercurah saat itu …… masih terpeluk hangat

Kini aku masih terkesima
Oleh lembutnya petuahmu bagi masa depan
Seakan tak akan ada lagi yang tersisa di bumi ini
Hanya untukku …….. belahan hatimu tersayang

Apalah arti kedua tangan ini
Tanpa adanya engkau Abi Umi-ku tercinta
Yang tak akan dapat ku rengkuh
Harapan dan cita-citaku yang masih perawan

Kini aku hanya bisa bersujud kepada Sang Khaliq
Berikanlah keduanya gambaran indahnya dunia ini
‘Tuk bersabar melihat anakmu memanjat pohon cintanya
Hingga dapat memetik buah rindu hanya untuk mereka

Ya Allah …. Kuatkanlah mereka berdua
Ya Allah …. Berikan mereka kesempatan untuk melihatku berlinang suka
Ya Allah …. Kuatkanlah keteguhan jiwaku meraih ridha-Mu
Ya Allah …. Wujudkanlah segala impian dan angan mereka
Akhirnya hanya pada-Mu aku dapat menumpahkan segala gundahku

Malang, Januari 1999

kembali ke atas

 

DALAM MIMPIKU

Dalam mimpiku ada seberkas senyummu
Merebak gelapnya malam menghalau dinginnya suasana
Dalam mimpiku hadir secercah sinar kasihmu
Menghiasi langkah hidup ini untuk meraih segala asa

Hampir sudah semua bahagia dalam diri ini
Dengan hadirnya dirimu di sisi jalanku
Tanpa ada rasa gundah sedikitpun
Untuk menyesali segala harapan sisa-sisa masa lalu

Sejenak ku telusuri jalan-jalan yang pernah kita lalui
Dengan segala rasa canda tawa kita terpecah
Merengkuh segala hasrat yang pernah terlupakan
Berharap itu semua akan kembali di ketersisaan hidup ini

Yang ku pinta hanya satu
Restu dariNya ‘tuk hadirkan cahaya di antara kita
Yang ku pinta hanya satu
Dirimu masih seperti yang dulu ….. pernah mencintaiku

Malang, Januari 1999

kembali ke atas

 

GORESAN MIMPI

Lupa sudah apa yang ada diantara kita
Begitu banyak guratan-guratan warna
Terhiasi desahan mesra semua hasratmu
Hanya karena semilir angin semu untuk merasakan semua mimpi

Aku tersandung kerikil tajam saat kita melangkah
Sementara kerikil itu adalah bekal untuk menjejaki langkah hatiku
Agar semua burung-burung dengki dapat kulempar dengan kerikil itu
Hingga aku dapat menapaki jalan yang berujung

Aku berharap dapat melangkah
Meskipun kesunyian dan kegelapan menemaniku
Tapi aku punya kepastian
Tanpa dirimupun aku tetap mencoba berjalan

Di saat bersamamu, ketulusan hati ini terus meronta
Ingin berharap lebih akan keindahan dunia ini
Semuanya tak terasa disaat langkahku hampir pasti
Untuk menancapkan segenap peluh diujung dunia

Aku takkan berharap semuanya pada keteguhan hatimu
Namun langkahku harus tetap merebak kesunyian mimpi
Memang dunia kita takkan seindah yang terbayang
Hanya karena rasa hati untuk tetap meraih kerinduanku
Kerinduanku pada anganku yang sudah terbang
Bersama merpati-merpati kecil yang pernah kudekap
Dalam hati dan mimpiku

Malang, July 1999

kembali ke atas

 

SURAT UNTUK KSATRIA

Dikala terhenyak dengan suara gemerincing pedang
Ksatria pasti datang ………….
Dikala kelelahan untuk menebarkan kisah peperangan
Ksatria pasti pergi ……………
Dia pasti tersenyum ketika darah itu sudah mengalir tak terencana
Yang melumuri sisa-sisa tubuh seusai pertempuran

Ksatria bertanya, "Kamu ini apa?"
Aku ini bayangan, yang terus mengikuti langkah seorang pemimpi
Aku dan ksatria, apa bedanya ?
Sama-sama punya kerinduan untuk bertemu seorang pemimpi
Agar dapat bertanya untuk siapa semua peperangan itu

Pemimpi pernah berkata, aku dan ksatria pasti akan bertemu
Di sebuah puri tua, dengan sedikit dihinggapi burung hantu
Diantara remang-remang cahaya matahari
Dengan tebaran kebun anggur yang siap dijadikan pesta kemenangan
Aku bertanya, "Kapan ?"

Malang, Oktober 1999

kembali ke atas

 

 

Home | What's New | The Profile | Story of Mine | Please Help Me !! | Forum | My Inspiration
My Friends | The Very Best | The Gallery | The Rest | Special Link

 

SUPPORTED BY

Copyright 2001 - Moon Production
All content in this site is designed by Munying
any comment or suggest to : munying@hotmail.com
08/12/01 19:25:31